Begitu kata-kata perintah keluar dari mulut Gao Qian, seluruh anak buahnya langsung menyerbu ke arah Komandan Jiang dan pasukannya dengan senjata terhunus menyisakan dua anggota mereka untuk menjaga putri walikota, mata mereka dipenuhi niat membunuh. Komandan Jiang segera berusaha bangkit dan menghunus kembali pedangnya, bersiap menghadapi pertempuran hidup dan mati.

Tiba-tiba, dari langit, sesosok tubuh melayang dan terjatuh tepat di depan Gao Qian.

"Siapa yang melakukan ini?" teriak Gao Qian dengan penuh kemarahan, aura di tubuhnya kembali memancar, semakin membesar dan menakutkan.

Sementara itu, pasukan di bawah komando Jiang dan kelompok Gao Qian terdiam, terperangah antara rasa kaget dan kebingungan saat melihat sosok yang terbang mengenakan cadar, mirip dengan anggota kelompok Gao Qian.

Gao Qian segera mengenali jasad di depannya sebagai salah satu anak buahnya yang tengah mengejar prajurit yang ditugaskan kembali ke kota. Marah meluap-luap, ia merasakan kemarahan yang mendalam. Anak buahnya itu adalah seorang kultivator master foundation perunggu tingkat awal, namun kini tergeletak dalam keadaan mengenaskan. Di dahinya terdapat dua lubang yang terbakar, menembus kepalanya seolah tertusuk tombak panas yang sangat tajam.

Sementara itu, beberapa saat sebelumnya, ketika Komandan Jiang menghadapi pria bertopeng, Lynx melihat sesosok bayangan berlari cepat, memutar untuk mengejar prajurit yang diberikan tugas untuk melapor.

Karena terlalu fokus pada kelompok musuh di depannya, Komandan Jiang tidak menyadari bahwa anak buah yang diutusnya sedang dalam bahaya.

Dengan penglihatan tembus pandangnya, Lynx melihat dari kejauhan sosok yang mengejar itu hendak membunuh prajurit dengan serangan Qi jarak jauh. Dalam hitungan kurang dari sedetik, Lynx sudah berada di dekatnya dan langsung membunuhnya dengan sinar laser yang keluar dari matanya.

Setelah itu, Lynx membawa jasadnya dan bersembunyi di dekat pertempuran, mencari kesempatan untuk mengalihkan perhatian Gao Qian dan menyelamatkan sandera, Putri walikota, Li Wei, terlebih dahulu.

Dengan kekuatannya, Lynx bisa saja langsung muncul menghadapi mereka dan membuat mereka semua tidak bisa bergerak, agar dapat menyelamatkan Li Wei. Namun, ia berpikir akan sangat merepotkan nantinya jika harus menjelaskan kemampuannya, karena Lynx ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan sedikit bantuan nantinya untuk menemukan Leena, dan yang lainnya, sehingga ia memilih cara lain yang tidak terlalu mencolok.

Saat Lynx melihat Gao Qian memberi perintah untuk membunuh, ia dengan cepat melemparkan jasad rekannya ke udara, agar jatuh tepat di depan Gao Qian.

Sesuai dugaannya, mereka semua terkejut dan terdiam. Lynx segera bergerak cepat dan muncul di belakang dua orang yang menjaga Li Wei. Dengan gerakan perlahan namun penuh kekuatan, ia membenturkan kepala kedua penjaga tersebut, cukup untuk membuat mereka pingsan dalam sekejap.

Li Wei menatap pemuda yang telah menyelamatkannya dengan campuran keterkejutan dan kebingungan. Namun, perasaan itu dengan cepat berubah menjadi kemarahan yang membara.

Pemuda itu, yang bahkan tidak dikenalnya, telah berani menyentuhnya sembarangan dan, lebih buruk lagi, menggendongnya seperti sekarung beras!

Sebagai putri walikota, Li Wei bukanlah wanita biasa. Ia adalah salah satu wanita tercantik di kota itu. Dia dipuji karena kecantikannya yang alami, diperkuat oleh kultivasi yang ia latih selama bertahun-tahun.

Banyak pria dari berbagai kalangan mencoba mencari muka, berusaha mendapatkan perhatiannya dengan berbagai cara. Beberapa datang dengan hadiah, beberapa dengan sanjungan, beberapa bahkan mencoba menggoda secara terang-terangan.

Namun, mereka semua berakhir dengan nasib yang sama.

Li Wei bukan tipe wanita yang mudah didekati, apalagi ditaklukkan. Sikapnya agresif, keras kepala, dan sulit diatur. Tidak terhitung berapa banyak pria yang mengira ia mudah didekati, hanya untuk akhirnya merasakan pukulan atau tendangannya hingga harus terbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Dan sekarang, seorang pria asing yang tidak dikenalnya, yang bahkan terlihat biasa saja dari caranya berpakaian, telah membawanya dengan cara yang sangat memalukan.

Darahnya mendidih.

Dengan cepat, ia mengepalkan tangan, bersiap memberi pemuda itu pelajaran yang tidak akan pernah ia lupakan.

Lynx berlari dengan kecepatan yang mengesankan, meski tampak menahan kekuatannya, seolah ia hanya sedikit lebih kuat dari manusia biasa.

Gao Qian yang belum menyadari putri walikota menghilang, masih mencari sosok yang sudah membuat anggotanya terbunuh. Dengan diliputi amarah, dia meledakkan aura Qi keemasannya. Energinya bergejolak liar, membuat udara di sekitarnya bergetar hebat.

"Cepat keluar! Siapa yang berani berbuat begini?!" suaranya menggema, memenuhi seluruh medan pertempuran dengan tekanan yang menyesakkan.

Komandan Jiang, yang berdiri di dekatnya, merasakan dadanya semakin berat. Beberapa prajuritnya bahkan tak sanggup bertahan, mereka roboh satu per satu, pingsan di tempat karena tak mampu menahan tekanan dahsyat yang dipancarkan Gao Qian.

Ketika tak ada jawaban, kemarahan Gao Qian semakin membara. "Cepat keluar!" raungnya. "Atau aku akan membunuh wanita itu jika..."

Tiba-tiba, suaranya terputus. Tatapannya membeku, tangannya masih teracung ke satu arah, menunjuk ke tempat di mana putri walikota seharusnya berada. Namun yang terlihat di sana hanyalah dua anak buahnya yang terkapar di tanah.

Matanya membelalak tak percaya. Seketika, keheningan melanda. Semua orang mengikuti arah pandangnya dan segera menyadari, wanita itu sudah tidak ada lagi!

"Kemana dia?" Tanyanya dengan penuh amarah.

"Kami... kami tidak ada melihatnya." jawab salah satu anggotanya dengan ketakutan.

Gao Qian tidak dapat lagi menahan kemarahannya. "Dasar bodoh! Kalian sebanyak ini, dan tidak ada yang menyadari sesuatu telah terjadi kepada rekan kalian?"

"Kalian semua! SEBAR! CARI MEREKA!" Gao Qian menggelegar.

Komandan Jiang yang menyaksikan kejadian itu merasa lega. Putri walikota telah diselamatkan. Siapa pun yang telah melakukannya, ia berhutang budi. Sekarang, ia bisa fokus menghadapi musuh di depannya. Apa pun yang terjadi, sebagai seorang kultivator dan seorang komandan, kematian bukanlah sesuatu yang ia takuti.

***

Setelah menempuh jarak cukup jauh, Lynx menurunkan Li Wei dan segera melepas ikatan di tangan dan mulutnya.

Begitu terbebas, bukannya berterima kasih, Li Wei justru langsung menyerangnya! Tinju dan tendangannya melesat ke arah Lynx, meski tanpa menggunakan Qi.  Jelas ia sangat kesal dan malu dengan perlakuan yang diberikan Lynx, meskipun pemuda didepannya ini sudah menyelamatkannya. Selain itu, ia mengira Qi-nya masih tersegel akibat teknik khusus pria bercadar tadi.

"Tunggu! Tunggu! Aku baru saja menyelamatkanmu!" Lynx berseru sambil berusaha menghindar.

"Siapa kau?! Beraninya memperlakukanku seperti ini?!" bentak Li Wei, masih dalam posisi kuda-kuda, kedua tangannya mengepal di depan dada.

"Memperlakukan apa?" Lynx menatapnya bingung.

"Kau! Beraninya kau menyentuhku? Kau pikir aku ini beras? Seenaknya kau pikul seperti itu!" katanya sambil berusaha menahan air mata yang mau keluar. Dia merasa sangat malu dengan kejadian yang menimpanya. Dia berusaha memukul dan menendangnya.

"Tunggu-tunggu. Ini pasti ada kesalahpahaman. Aku sudah menolongmu. Kenapa justru kamu menyerangku?" Kata Lynx di sela-sela gerakan menghindarnya.

"Wanita ini sudah gila, bukannya berterimakasih, justru dia menyerangku," keluh Lynx didalam hati.

Li Wei tidak menjawab, ia terus menerus melancarkan pukulan dan tendangan. Namun, semakin lama ia semakin heran. Ia tidak bisa menyentuh Lynx sama sekali.

Gerakannya terlalu cepat.

Yang lebih aneh, ia bisa merasakan bahwa pria di depannya hanya berada di tahap Forging Qi tingkat satu.

"Apa-apaan ini? Orang lemah seperti ini yang menyelamatkanku? Dan aku tidak bisa memukulnya." pikirnya dengan kesal.

Tapi kemudian sesuatu yang lebih mengejutkan terjadi, ia bisa merasakan aliran Qi dalam tubuhnya!

"Eh… Aku bisa merasakannya? Qi-ku kembali?" gumamnya pelan. Ia segera mencoba mengalirkan energinya ke seluruh tubuh. Begitu ia merasakannya bergerak dengan bebas, matanya melebar. "Sejak kapan aku bisa menggunakannya lagi?"

Sekilas, ia menatap Lynx. Jangan-jangan...

Li Wei menatapnya penuh curiga. "Apa kau yang membuka segel Qi-ku?"

Lynx hanya tersenyum tipis, tidak berkata apa-apa. Tentu saja, saat menurunkannya tadi, ia diam-diam telah membuka kembali meridian Li Wei, memungkinkan Qi-nya mengalir lagi.

Namun, melihat wanita itu begitu galak, ia tidak ingin berlama-lama di sini. Masih ada yang lain yang perlu ia selamatkan.

